kami lihat kami suka
kau suka kami suka
apa kami dapat meraihmu
kami lima kau satu
kita di sini kau di situ
sungguh rindu ini menyiksa
bertemu meski jauh
tetapi kami tetap suka
meski hanya memandang dari kejauhan
sungguh kami terkadang kecewa
salah kamikah kami suka
kau senag kami senang
entah jika kami sedih aku juga sedih
jutaan kami apakah kau tau
sungguh jika jadi kamu sulit
entah jika kami jadi kau
Minggu, 28 Agustus 2011
*PUASA*
panas dingin bukan halangan
lelah letih jadi pelngkap
hujan pun bukan alasan
tersimpan berjuta makna
bagaimana kita jadi mereka
mereka yang berpuasa karna keadaan
menjadikan diri kita rendah hati
dan belajar untuk lebih mensyukuri
menjadi diri yang suci
bukan hanya lapar dan haus yang menyelimuti diri
tetapi berusaha mencari makna yang berarti
lelah letih jadi pelngkap
hujan pun bukan alasan
tersimpan berjuta makna
bagaimana kita jadi mereka
mereka yang berpuasa karna keadaan
menjadikan diri kita rendah hati
dan belajar untuk lebih mensyukuri
menjadi diri yang suci
bukan hanya lapar dan haus yang menyelimuti diri
tetapi berusaha mencari makna yang berarti
Jumat, 01 Juli 2011
*sakit hati*
seperti tertusuk tombak
hatiku retak
ketika janji jadi ingkar
separuh hati terikat belikar
air mataku tumpah menggenang
tombak besar menusuk hati
yang kini jadi ingkar
kata kata manismu hanya api
membakarkalbu
kau hanya seorang pemburu
kau pintar berjanji
tapi tak pernah di tepati
hatiku retak
ketika janji jadi ingkar
separuh hati terikat belikar
air mataku tumpah menggenang
tombak besar menusuk hati
yang kini jadi ingkar
kata kata manismu hanya api
membakarkalbu
kau hanya seorang pemburu
kau pintar berjanji
tapi tak pernah di tepati
*teguh*
aku berdiri di tengah api
tersambar petir
tersiram badai
kakiku tetap kokoh
meski pun tanpa kayu tuk ku pegang
kakiku tetap berdir
sungai deras pun tak mampu menghancurkan
berdirinnya aku
seribu ular melilit
dua juta tikus menggigit
aku tetap teguh di sini
tersambar petir
tersiram badai
kakiku tetap kokoh
meski pun tanpa kayu tuk ku pegang
kakiku tetap berdir
sungai deras pun tak mampu menghancurkan
berdirinnya aku
seribu ular melilit
dua juta tikus menggigit
aku tetap teguh di sini
*seutas tali*
seutas tali didepanku
tersirat fikiran kotor
mendekat dan mendekat
putus asa mngejaku
kemarahan mendorongku
kekecewaan menghampiri
mendekat tali pada tenggorokanku
ku lemparkan seutas tali itu
bodoh bodoh
tak mungkin ku biarkan
mati siasia
hidupku ada guna
putus asa tak berguna
tersirat fikiran kotor
mendekat dan mendekat
putus asa mngejaku
kemarahan mendorongku
kekecewaan menghampiri
mendekat tali pada tenggorokanku
ku lemparkan seutas tali itu
bodoh bodoh
tak mungkin ku biarkan
mati siasia
hidupku ada guna
putus asa tak berguna
*diriku*
dipanggil tak menoleh
di tegur menggerutu
dianjurkan acuh tak acuh
sebenarnya apa tak takut
berkali kali
selembut lembut
di sentil baru lari
sudah lupa di tinggal lagi
menyesal nanti
di tegur menggerutu
dianjurkan acuh tak acuh
sebenarnya apa tak takut
berkali kali
selembut lembut
di sentil baru lari
sudah lupa di tinggal lagi
menyesal nanti
*adzan*
terenyuh ku mendengarnya
seperti tersentuh sampai hati
merinding semua badan ku
air mata sperti mendorong tuk keluar
aku takut
takut jika tak bisa mendengarnya lagi
wahai tuhan bisakah kau dorong aku
aku ingin ke sana
menghadapmu dan berharap
dan bersujud ke hadapanmu
tuhan suara itu mengagumkan
seperti tersentuh sampai hati
merinding semua badan ku
air mata sperti mendorong tuk keluar
aku takut
takut jika tak bisa mendengarnya lagi
wahai tuhan bisakah kau dorong aku
aku ingin ke sana
menghadapmu dan berharap
dan bersujud ke hadapanmu
tuhan suara itu mengagumkan
Kamis, 30 Juni 2011
story puisi with me
setiap orang pasti punya sebuah ekspresi jiwa , eksperi itu dapat di ungkapkan dengan banyak hal bisa dengan tingkah seperti tertawa karna senang , menangis karna sedih , ada juga ekspresi yang ditunjukan dengan ucapan seperti curhat pada teman dan ada juga ekspresi yang di tunjukan dengan sebuah tulisan yaitu salah satunya adalah puisi , menurut saya puisi itu adalah bentuk ekspresi jiwa yang dituangkan dalam sebuah tulisan dengan kata kata kiasan .
saya tertarik pada puisi ketika umur saya 11 tahun dulu saya pernah menonton filem filem dengan sebuah pusi dan yang paling saya suka adalah filem laskar pelangi karna itu adalah filem yang pertama membuat saya jatuh cinta dengan puisi
saya tertarik pada puisi ketika umur saya 11 tahun dulu saya pernah menonton filem filem dengan sebuah pusi dan yang paling saya suka adalah filem laskar pelangi karna itu adalah filem yang pertama membuat saya jatuh cinta dengan puisi
Langganan:
Komentar (Atom)