seperti tertusuk tombak
hatiku retak
ketika janji jadi ingkar
separuh hati terikat belikar
air mataku tumpah menggenang
tombak besar menusuk hati
yang kini jadi ingkar
kata kata manismu hanya api
membakarkalbu
kau hanya seorang pemburu
kau pintar berjanji
tapi tak pernah di tepati
Jumat, 01 Juli 2011
*teguh*
aku berdiri di tengah api
tersambar petir
tersiram badai
kakiku tetap kokoh
meski pun tanpa kayu tuk ku pegang
kakiku tetap berdir
sungai deras pun tak mampu menghancurkan
berdirinnya aku
seribu ular melilit
dua juta tikus menggigit
aku tetap teguh di sini
tersambar petir
tersiram badai
kakiku tetap kokoh
meski pun tanpa kayu tuk ku pegang
kakiku tetap berdir
sungai deras pun tak mampu menghancurkan
berdirinnya aku
seribu ular melilit
dua juta tikus menggigit
aku tetap teguh di sini
*seutas tali*
seutas tali didepanku
tersirat fikiran kotor
mendekat dan mendekat
putus asa mngejaku
kemarahan mendorongku
kekecewaan menghampiri
mendekat tali pada tenggorokanku
ku lemparkan seutas tali itu
bodoh bodoh
tak mungkin ku biarkan
mati siasia
hidupku ada guna
putus asa tak berguna
tersirat fikiran kotor
mendekat dan mendekat
putus asa mngejaku
kemarahan mendorongku
kekecewaan menghampiri
mendekat tali pada tenggorokanku
ku lemparkan seutas tali itu
bodoh bodoh
tak mungkin ku biarkan
mati siasia
hidupku ada guna
putus asa tak berguna
*diriku*
dipanggil tak menoleh
di tegur menggerutu
dianjurkan acuh tak acuh
sebenarnya apa tak takut
berkali kali
selembut lembut
di sentil baru lari
sudah lupa di tinggal lagi
menyesal nanti
di tegur menggerutu
dianjurkan acuh tak acuh
sebenarnya apa tak takut
berkali kali
selembut lembut
di sentil baru lari
sudah lupa di tinggal lagi
menyesal nanti
*adzan*
terenyuh ku mendengarnya
seperti tersentuh sampai hati
merinding semua badan ku
air mata sperti mendorong tuk keluar
aku takut
takut jika tak bisa mendengarnya lagi
wahai tuhan bisakah kau dorong aku
aku ingin ke sana
menghadapmu dan berharap
dan bersujud ke hadapanmu
tuhan suara itu mengagumkan
seperti tersentuh sampai hati
merinding semua badan ku
air mata sperti mendorong tuk keluar
aku takut
takut jika tak bisa mendengarnya lagi
wahai tuhan bisakah kau dorong aku
aku ingin ke sana
menghadapmu dan berharap
dan bersujud ke hadapanmu
tuhan suara itu mengagumkan
Langganan:
Komentar (Atom)